Sejarah
Desa Sei Hambawang adalah salah satu desa di wilayah Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah.
Nama "Sei" merupakan singkatan dari "Sungai". Sesuai dengan penamaannya, wilayah ini terbentuk dan berkembang di tepian aliran sungai. Secara historis dan toponimik, nama "Hambawang" diambil dari nama Pohon Hambawang (Mangifera foetida), sejenis pohon buah yang masih berkerabat dekat dengan mangga atau kweni.
Dahulu, kawasan sungai ini ditumbuhi atau banyak dijumpai pohon hambawang yang tumbuh liar di sepanjang bantarannya. Oleh masyarakat setempat, wilayah tersebut kemudian diidentifikasi dan dinamai Sungai Hambawang, yang kini menjadi nama administratif desa resmi tersebut.
Secara pemerintahan, desa ini merupakan bagian dari pemekaran wilayah di Kalimantan Tengah setelah terbentuknya Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2002 silam.
Desa Sei Hambawang adalah desa pesisir di Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, yang berbatasan langsung dengan laut. Dihuni oleh ratusan kepala keluarga, perekonomian warga didominasi oleh sektor perikanan (nelayan) dan pertanian.
Akses menuju desa ini tergolong menantang, membutuhkan waktu berjam-jam melalui jalur dengan kondisi yang ekstrem. Berikut adalah beberapa karakteristik dan informasi penting terkait Desa Sei Hambawang:
Kondisi Geografis & Lingkungan: Desa ini berada di dekat muara laut, menjadikannya salah satu desa pesisir. Wilayah ini juga mencakup area Hutan Desa yang pengelolaannya terus diusulkan. Lingkungan setempat sesekali terdampak banjir yang dipengaruhi oleh cuaca ekstrem dan perubahan tata guna lahan di sekitarnya
Mata Pencaharian: Mayoritas masyarakat menggantungkan hidup sebagai nelayan tradisional dan petani
Status Wilayah: Berdasarkan evaluasi pembangunan daerah, desa ini masuk dalam klasifikasi wilayah yang didorong untuk berkembang. Oleh karena itu, berbagai program intervensi dari pemerintah daerah dan pendampingan terus disalurkan untuk meningkatkan indikator sosial, ketahanan ekonomi, dan ekologi desa.
Infrastruktur: Sebagai kawasan pesisir yang cukup terisolasi, masyarakat setempat sangat menantikan peningkatan infrastruktur dasar, seperti pasokan jaringan listrik PLN yang memadai untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Desa Sei Hambawang memiliki potensi utama di sektor perikanan tangkap dan budidaya, pengembangan pertanian hortikultura (khususnya tanaman buah jeruk), serta pengelolaan kawasan Hutan Desa. Berikut adalah rincian potensi dan sektor unggulan di Desa Sei Hambawang:
Perikanan dan Kelautan: Terletak di wilayah pesisir yang berbatasan langsung dengan laut, desa ini didukung oleh program pemerintah daerah yang memfokuskan budidaya ikan dan penyaluran bantuan mesin diesel untuk nelayan tangkap.
Pertanian dan Perkebunan: Lahan di Desa Sei Hambawang dinilai sangat cocok untuk pengembangan tanaman buah seperti jeruk, didukung oleh kemauan masyarakat dan penyuluhan pertanian setempat.
Kehutanan dan Lingkungan: Terdapat kawasan Hutan Desa seluas ± 1.234 hektar yang dikelola melalui skema Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung perekonomian warga.
Visi & Misi
TERWUJUDNYA PEMBANGUNAN YANG SEJAHTERA DAN BERKELANJUTAN
Peta Desa
Batas Wilayah
Sebelah Utara: DESA PADURAN SEBANGAU;
Sebelah Selatan: SEI BAKAU;
Sebelah Timur: BAHAUR ULU;
Sebelah Barat: LAUT JAWA
Luas Wilayah
62000 hektar
Letak & Topografi
Berada di daerah dataran rendah dengan ketinggian wilayah sekitar 83,00 meter di atas permukaan laut.
Akses Laut
Berbatasan langsung dengan pesisir atau laut, menjadikannya salah satu dari dua desa di kecamatan tersebut (selain Desa Sei Bakau) yang memiliki akses langsung ke perairan laut.
Potensi Lahan
Sebagian besar lahan disesuaikan dengan bentang alam khas Kalimantan Tengah, didominasi oleh ekosistem lahan basah dan perairan. Salah satu kelola kawasan setempat adalah Hutan Desa seluas 1.234,00 Ha.